preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

TETAP BERDIRI MESKI DIANIAYA

13 Jun 2026

[2Raj. 14 & 15] [Yoh. 13:21-38] [Mzm. 129] [Ams. 24:1-7]

(Mazmur 129)

Mazmur ini seperti sebuah nyanyian perjuangan umat Allah. Sejak awal, bangsa Israel selalu mengalami tekanan dan penindasan. Dari masa perbudakan di Mesir, masa pembuangan di Babel, sampai masa penjajahan oleh bangsa lain. Tapi yang luar biasa, mereka tetap berdiri. Lihat ayat 2: “... tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.” Ini bukan karena mereka kuat, tapi karena Tuhan setia memelihara umat-Nya.

Kalau kita lihat dari sejarah dan konteksnya, ini adalah nyanyian ziarah—dinyanyikan saat umat Israel berjalan ke Yerusalem untuk beribadah. Mereka berjalan mendaki sambil mengingat semua penderitaan masa lalu, tetapi juga menyaksikan kesetiaan Tuhan yang menolong mereka.

Di ayat 3, gambaran “pembajak membajak punggungku” menunjukkan betapa sakit dan dalamnya luka yang mereka alami. Tapi ayat 4 langsung menegaskan: “TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.” Artinya, Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang melihat penderitaan umat-Nya dan akan membebaskan mereka dari jerat penindas.

Mazmur ini juga berisi doa agar orang-orang yang membenci Sion (tempat kediaman Allah) menjadi malu dan gagal (ay.5-8). Ini bukan doa yang penuh dengan kebencian, tapi seruan agar kejahatan tidak menang dan kebenaran tetap berdiri. Ada kerinduan agar mereka yang melawan Tuhan tidak berhasil dalam maksud jahatnya.

Apa pelajaran buat kita hari ini? Hidup sebagai orang percaya tidak lepas dari tekanan, entah dari lingkungan kerja, keluarga, atau bahkan dari diri sendiri. Mungkin kita sedang merasa diperlakukan tidak adil, disakiti, atau direndahkan. Tapi seperti bangsa Israel, kita diajak untuk tetap berdiri dan berjalan bersama Tuhan.

Ingatlah! Kita tidak sendirian! Ada Tuhan yang adil, yang tahu luka-luka kita, dan yang siap membela kita. Jangan biarkan kepahitan membuat kita melakukan perbuatan jahat. Doakan musuh kita, dan percayakan pembalasan kepada Tuhan. Tugas kita adalah tetap setia, tetap berharap, dan tetap berdiri dalam kebenaran.

Apakah aku sedang merasa tertindas atau dikhianati? Sudahkah aku menyerahkan luka itu pada Tuhan? Hari ini, mari belajar dari Mazmur 129 — Tuhan setia memotong tali-tali yang mengikat kita. Kita belajar bertahan dan berharap di tengah tekanan hidup. Kita akan tetap berdiri dengan pertolongan Tuhan! (SDK)