preloader

DEVOTION

YESUS DAN BAPA ADALAH SATU

6 Jun 2026

[1Raj. 22 & 2Raj. 1] [Yoh. 10:22-42] [Mzm. 121] [Ams. 22:7-16]

"Aku dan Bapa adalah satu. "Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?""

Yohanes 10 merupakan bagian dari pengajaran Yesus tentang diri-Nya sebagai Gembala yang Baik. Dalam perikop ini, Yesus menjelaskan bahwa Ia mengenal domba-domba-Nya, memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan tidak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan-Nya. Pernyataan ini memuncak pada ayat 30 ketika Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.”

Bagi orang Yahudi, pernyataan ini bukan sekadar menunjukkan kesatuan tujuan, melainkan pengakuan akan kesetaraan-Nya dengan Allah. Karena itulah mereka hendak melempari Yesus dengan batu. Namun Yesus mengarahkan mereka kepada pekerjaan-pekerjaan yang telah Ia lakukan sebagai bukti bahwa Ia datang dari Bapa. 

Dari bagian ini kita belajar beberapa kebenaran penting tentang pribadi Kristus.

Pertama, Yesus adalah satu dengan Bapa dalam hakikat-Nya.  

Ketika Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu,” Ia menyatakan kesatuan yang sempurna dengan Allah Bapa. Dalam kitab Yohanes, Yesus berulang kali menunjukkan bahwa Ia memiliki kuasa, kehormatan, dan sifat-sifat yang hanya dimiliki Allah. Pernyataan ini menjadi salah satu dasar penting doktrin keilahian Kristus. Yesus bukan sekadar nabi, guru moral, atau tokoh agama, melainkan Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan dunia. Karena itu, iman Kristen berpusat pada pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan yang layak disembah dan ditaati.

Kedua, Pekerjaan Yesus membuktikan siapa diri-Nyam 

Dalam ayat 32 Yesus berkata, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu.” Yesus tidak hanya mengucapkan kebenaran, tetapi juga menunjukkan kebenaran itu melalui tindakan-Nya. Mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, kasih-Nya kepada orang berdosa, kuasa-Nya atas penyakit, alam, dan kematian menjadi bukti bahwa Ia diutus oleh Bapa. Pekerjaan-Nya menjadi kesaksian yang nyata bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan. Apa yang Yesus lakukan selalu selaras dengan kehendak Bapa.

Ketiga, Tidak semua orang menerima kebenaran tentang Yesus. 

Meskipun orang-orang melihat mukjizat dan mendengar pengajaran-Nya, banyak yang tetap menolak Yesus. Mereka lebih fokus pada prasangka dan tradisi daripada membuka hati terhadap kebenaran.
Hal yang sama masih terjadi hingga hari ini. Banyak orang mengenal fakta tentang Yesus, tetapi belum sungguh-sungguh percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Firman Tuhan mengajak kita bukan hanya mengagumi Yesus, tetapi juga menerima dan mengikut Dia dengan iman yang sejati.

Aplikasi: 
Yohanes 10:30, 32 mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Allah yang datang untuk menyatakan kasih dan keselamatan kepada manusia. Pekerjaan-pekerjaan-Nya membuktikan bahwa Ia berasal dari Bapa dan layak menerima kepercayaan penuh dari umat-Nya. Karena itu, marilah kita tidak hanya mengenal Yesus secara intelektual, tetapi percaya kepada-Nya, menaati firman-Nya, dan hidup sebagai domba-domba yang setia mengikuti Sang Gembala yang Baik, Amin. Tuhan Yesus Memberkati. (SG)

HFC MAGAZINE