Back   
TUHAN MEMAKAI YANG ADA DI TANGANMU
"Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak"" (2 Raja-raja 4:2)
Di tengah tekanan ekonomi, banyak orang merasa tidak memiliki cukup sumber daya untuk menghadapi masa depan. Kenaikan harga kebutuhan hidup, tuntutan pekerjaan, dan berbagai kebutuhan keluarga sering membuat seseorang merasa kekurangan. Ketika masalah datang bertubi-tubi, kita cenderung fokus pada apa yang tidak kita miliki daripada melihat apa yang masih Tuhan percayakan kepada kita.
Kisah janda dalam 2 Raja-raja 4 menggambarkan keadaan yang sangat sulit. Ia terlilit utang dan bahkan terancam kehilangan kedua anaknya sebagai budak. Namun, justru di tengah keterbatasan itulah Tuhan mulai menunjukkan kuasa-Nya.
Ketika Elisa bertanya, “Apa yang kaupunyai di rumah?”, pertanyaan itu mengarahkan perhatian sang janda kepada sesuatu yang selama ini dianggap kecil dan tidak berarti: sebuah buli-buli berisi minyak.
Secara teologis, kisah ini menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan yang sanggup mencukupi kebutuhan umat-Nya melalui apa yang sudah ada dalam tangan mereka. Mukjizat bukan dimulai dari kelimpahan manusia, melainkan dari ketaatan kepada firman Tuhan. Minyak itu terus mengalir selama masih ada bejana yang disediakan. Hal ini mengajarkan bahwa kuasa Allah bekerja ketika iman dan ketaatan bertemu dengan kebutuhan manusia.
Hari ini, mungkin kita merasa hanya memiliki sedikit kemampuan, kesempatan, atau sumber daya. Namun Tuhan tidak meminta kita memulai dengan sesuatu yang besar. Ia meminta kita menyerahkan apa yang ada pada kita dan menggunakannya dengan setia. Talenta, waktu, pengalaman, bahkan hal-hal yang tampak sederhana dapat dipakai Tuhan menjadi berkat yang besar.
Jangan meremehkan apa yang Tuhan sudah percayakan kepada Anda. Ketika kita taat dan percaya kepada-Nya, Tuhan sanggup mengubah keterbatasan menjadi kelimpahan dan kesulitan menjadi kesaksian tentang pemeliharaan-Nya. Mari belajar untuk menyerahkan apa yang kita miliki saat ini untuk dipakai oleh Tuhan menyatakan kuasa-Nya. (YS)